• Om Swastyastu, Selamat Datang di Website Resmi Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Sabtu, 11 April 2026

KDMP

 05 Maret 2026   

KDMP

Petir Agrinas
Oleh: Dahlan Iskan

Minggu 01-03-2026

(Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih)

Saya dikirimi satu lembar diagram. Sifatnya rahasia. "Tolong jangan share ke siapa pun," ujar pengirimnya.

Pengirimnya: petir.

Bukan petir. Ia adalah Joao Angelo de Sousa Mota –dirut PT Agrinas Pangan Nusantara yang mulai hari ini saya beri gelar Sang Petir.

Saya segera membaca diagram yang dikirim tanpa narasi satu kalimat pun itu. Dengan bentuk yang hanya diagram saya justru lebih paham isinya. Memang itu data mati tapi lebih jujur –tidak ada bumbu provokasinya. Data mati tapi penuh kehidupan di dalamnya.

Sebagian ini diagram itu, sehari kemudian, ternyata ia ungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Uni Lubis di IDN Times.

Uni adalah wartawan senior yang meski sudah jadi bos tapi tetap aktif melakukan wawancara sendiri.

Uni mengirim hasil wawancara itu ke saya kemarin sore. Lalu saya bandingkan isinya dengan diagram yang dikirim sehari sebelumnya.

Akhirnya saya tahu skenario di balik Petir India dan Petir Ngambek di Disway dua edisi yang terdahulu.

"Agrinas Pangan yang akan menjalankan operasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Joao kepada saya. "Selama dua tahun pertama," tambahnya. "Setelah semua ekosistem berjalan lancar kita serahkan ke pengurus koperasi," katanya.

Mendengar penjelasan itu saya serasa tersambar petir. Koperasi tapi dijalankan oleh Agrinas. Total. Sejak pembangunan kantor, gudang, dan gerainya, sampai ke penyediaan kendaraan operasional. Bahkan sekalian yang menjalankan koperasinya.

Tapi petir ketiga ini bukan lagi membuat saya pusing. Itu membuat saya terbangun: saya harus bisa melihat sisi baiknya. Bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini bukan coba-coba. Ini serius banget. All out. Kilat. Masif.

All out karena anggaran jumbo bengkaknya sudah disediakan –lewat pinjaman bank BUMN. Cicilannya dibayar dari dana desa.

Kredit itu sudah mulai benar-benar dicairkan. Uang membangun kantor, gudang, dan gerai. Juga untuk uang muka mobil India. Kilat. Tahun ini sudah harus jalan.

Bahwa pengurus koperasi desa belum ada yang siap tidak jadi hambatan. Koperasi dijalankan dulu oleh Agrinas Pangan. Jalan pintas. Whoosh!

Ini sangat masif karena yang ditangani hulu-hilir. Termasuk distribusi dan logistiknya.

Setelah mendengar penjelasan itu saya tidak mampu lagi menyusun daftar pertanyaan. Saya hanya kirim doa kepada Joao: "Semoga Tuhan memberkati Pak Joao sekeluarga. Aamiin".

Rupanya Joao menangkap keraguan saya di balik doa itu. Maka ia perlu meyakinkan saya. "Sesuai SOP dan sistem yang kami siapkan, koperasi ini akan berjalan dengan semi autopilot," katanya. Maksudnya: pakai sistem modern ber-AI.

Bahwa seluruh bangunan ditangani Agrinas Pangan saya tidak terlalu kaget. Agrinas Pangan adalah penjelmaan dari Yodya Karya –yang punya keahlian pekerjaan sipil dan ME. Ketika masih Yodya sudah biasa punya banyak proyek di pelosok-pelosok.

Tapi bahwa akan mengoperasikan seluruh 80.000 koperasi, dari mana kemampuannya? Sebagian, itu tadi, diselesaikan lewat sistem. Berarti kini sedang disiapkan sistem besar dengan melibatkan artificial intelligence. Agrinas punya war room. Berarti Agrinas Pangan akan seperti Alfamart atau Indomaret tapi di desa-desa.

Joao sendiri kepada Uni mengatakan, "Ini koperasi plus plus". Disebut plus plus karena punya gerai eceran. Punya marketplace juga. Gerai itu termasuk akan menjual kue produksi ibu-ibu di desa. Yang utama tentu menyalurkan barang-barang bersubsidi seperti gas 3 kg dan pupuk.

Itu yang membuat koperasi direncanakan pasti untung. Dan karena itu tidak takut punya pinjaman besar, termasuk untuk membeli kendaraan: satu koperasi beli satu pikap, dua motor gerobak roda tiga, dan satu truk enam roda.

Agrinas yang membelikan semua kendaraan itu. Ternyata tidak semua dari India. Yang 105.000 dari India, yang 45.000 dari dalam negeri (Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi).

Yang sudah mendapat uang muka adalah yang India. Itu karena pabrikan di sana harus mengubah sistem produksi agar bisa mencapai target. India minta kepastian –dibuktikan lewat pembayaran uang muka. Jangan sampai telanjur mengubah pabrik pesanan batal.

Maka ini akan seperti Makan Bergizi Gratis. Begitu ada aba-aba ''Siaaaaaap!'' langsung ada yang ''graaak!'' Artinya, biar pun jutaan anjing riuh menggonggong, MBG harus berlalu. Pun Agrinas ini. Berarti Joao juga harus siap-siap mendapat Bintang Mahaputera.

Joao sendiri sudah punya pengalaman mengelola pertanian di perdesaan di pedalaman NTT. Istrinya juga punya pengalaman menjadi distributor. Rupanya Joao ingin menjadikan apa yang ia lakukan di NTT ke skala nasional. Ditambah plus plus.

Rupanya Joao sudah lama memendam pemikiran itu. Jangan-jangan sudah sejak lama pula dimatangkan dalam pembicaraan pribadi dengan Prabowo. Sejak sama-sama berjuang memikirkan ekonomi petani di desa. Joao sahabat dekat Prabowo. Sampai sekarang. Dalam sidang-sidang di Istana Joao sering ikut serta –tidak mungkin itu hanya sebagai dirut cucu perusahaan Danantara.

Rupanya konsep besar itu pula yang pernah diajukannya ke Danantara. Yakni setelah Joao ditunjuk sebagai dirut Agrinas Pangan Nusantara.

Maka enteng saja ia ngambek minta berhenti ketika Danantara tidak kunjung menyetujuinya.

Kini konsep itu sudah disetujui –tidak penting lagi disetujui oleh siapa pun. Joao langsung berlari cepat. Otaknya sudah penuh dengan rencana. Ia bukan dirut yang baru mengadakan rapat perencanaan setelah dilantik. Ia sudah punya konsep matang sejak Agrinas Pangan belum ada.

Ini proyek besar. Pekerjaan besar. Kalau ini sukses, memang akan jadi petir beneran: petir menghidupkan ekonomi di desa. Kalau gagal ia akan jadi petir untuk perekonomian nasional.(Dahlan Iskan)

 

TAGS :

Turn Up is a boutique and wholly Australian owned company that provides solutions and legal services that are trusted, relevant, consistent and professional Best and Recommended Visa Consultant in Bali Indonesia.

The Director runs the day to day management of Turn Up which requires them to hold a very high and solid understanding coupled with many years of experience to run the business and operational objectives needed to ensure the greatest potential for success for all of Bali expat’s legal needs Best and Recommended Visa Consultant in Bali Indonesia.

With this experience and understanding in mind, they have built a strong team with broad and very focused skill sets to accomplish the best possible outcomes for expatriates, living, working, investing, building a business or even marrying in Bali Best and Recommended Visa Consultant in Bali Indonesia.

We have created a structure that provides solid communication through every step of the process. We provide the time together with a strong plan and a focused team that works towards goals and deadlines to maximize your satisfaction and success.

We give you the Best Trusted Solution and Service by providing operational excellence, service leadership and customer confidentiality.

Turn Up demonstrates our alliance with all of our existing clients by our consistently progressive commitment to customer service. This customer support infrastructure enables us to offer our clients complete satisfaction and excellence of service, which exceeds client expectation while maintaining a cost pro-active attitude of care within our own organization Best and Recommended Visa Consultant in Bali Indonesia.

At Turn Up we ensure that our clients are kept up to date and informed on the progress and of any regulation changes at all times. We respond to each individual’s needs from application to completion.